"Kamu sebenarnya mau nya apa sih? Ini salah, itu salah, Lalu
aku ini harus gimana? Aku bingung meghadapi sifat kamu!”.
Nafas Denan terasa sesak menahan kesal. Matanya terpejam
sekejap, menarik nafas panjang, lalu melayangkan pandangan kemanapun sejauh
mata memandang. Tak ada satu titikpun yang ia amati. Ia hanya bermaksud
membuang muka. Tak kuasa menahan kesal, dan tak mau memandang wajah kekasihnya
yang sejak tadi berdiri di sebelahnya. Vina yang cantik luar biasa, yang selama
ini mengisi hati dan selalu menyita perhatian nya kini sikapnya telah berubah.
Padahal apa yang kurang? Selama ini dirinya telah menumpahkan seluruh waktu,
telah mencurahkan seluruh perasaan dalam hatinya, seluruh waktu yang ia punya
hanya untuk memikirkan kebaikan kekasihnya yang sangat ia cintai. Tapi apa
balasannya? Vina bilang dirinya malah merasa terkekang.
