Search This Blog

Saturday, October 1, 2016

MENUNGGU



Jumat pagi, Bandung terasa begitu dingin. Angin sepoi-sepoi yang merasuk ke kamarku melalui kaca jendela menambah dinginnya pagi ini. Aku duduk di sisian ranjang, kembali menghirup udara segar sambil berusaha menahan diri untuk tidak tergoda dengan kehangatan selimut sisa semalam. Belum kulipat, masih menggulung kusut di atas ranjang.

Share/Bookmark

Saturday, September 3, 2016

Rindu



Ini hari minggu. Entah hari minggu ke berapa yang aku lalui tanpa kabar dan canda tawa darinya. Ah, jika ingat kembali memang selalu saja mengundang haru biru. Bahkan bukan hanya itu, kadang aku tak bisa membendung tumpahan air mata yang berlinang membasahi pipi ku. Belum lagi jika tak sengaja aku harus melihatnya dari jauh, melihat canda tawanya yang kini tak lagi untuk aku.
(Bee kenapa kini harus seperti ini?)

Share/Bookmark

Friday, September 2, 2016

Kepada Belalang

Saat senja datang menutup siang, ada semacam kecemasan yang menyelinap diam-diam. Aku takut engkau terlalu lelah melompat. Terbang hinggap ke tempat tak terhingga.
Kepakkan sayap, kuatkan kaki
Luaskan sabar, ikhlaskan hati.

Sudah petang, Belalang, ayo cepat pulang.
Share/Bookmark

Friday, August 26, 2016

MAAF



“Maaf…”
Lagi-lagi Aji memohon. Entah kepada siapa permohonan itu ia ucapkan. Air matanya hampir saja berhambur keluar dari kelopak matanya. Ia lupa jika dirinya adalah laki-laki. Seharusnya ia lebih kuat membendung tetesan air mata. Tapi nyatanya tidak. Hatinya begitu  hancur mendapati Mirna kekasihnya tak lagi mau memperdulikannya. Kamarnya yang gelap dan sepi menjadi saksi bisu ketidakberdayaan Aji sore itu.

Share/Bookmark

Thursday, August 25, 2016

Teman Lama

 










Sesaat setelah berbagi cerita via suara,

Dia bilang:
Ada rindu yang terurai setelah sekian lama menggumpal.
Dia berkata :
Ada cinta yang kembali bersemi setelah lama tertimbun di lubuk asa.
Dia bermimpi :
Bisa kembali bersama walau tidak untuk selamanya.
Dia berharap :
Segera bersua sebagai pelepas dahaga.

Dan aku berkata "Iya"

Dia tersenyum :
Bahagia.


Pojok Kamar, 25/08/2016
Share/Bookmark

Sunday, July 31, 2016

Satu Malam yang Mencekam


Juli, tahun 2005.
Hari sabtu, hari terakhir sekolah. Buku laporan pendidikan telah dibagikan. Berbagai ekspresi kegembiraan, haru biru dan bahkan beberapa ada yang bersedih karena nilainya menurun atau tidak sesuai harapan tergambar pada beberapa wajah remaja berseragam putih abu yang masih berada di lingkungan SMA I Ciamis.

Share/Bookmark

Sunday, July 17, 2016

RIMA (Sebuah Kisah Kasih yang Belum Usai)


“Rima, akan menjadi apakah kamu nanti? Lihat usiamu sudah tak muda lagi. Sudah 30 tahun kamu masih saja belum mengenalkan calon suami kepada mama dan papahmu? Pria yang seperti apa sebenarnya yang kau butuhkan?”
“Rima, apakah Huda kurang baik bagimu? Dia pria yang salih dan berakhlak baik. Rajin beribadah dan memiliki pekerjaan yang tetap. Ia pekerja keras. Lihat, dia sudah mampu membeli rumah sejak usianya sangat belia. Sekarang ia rela menunggumu dan memilih untuk tidak
menikahi perempuan lain. Menunggu hatimu teguh kepadanya”.

Share/Bookmark