Search This Blog

Showing posts with label PUISI. Show all posts
Showing posts with label PUISI. Show all posts

Saturday, September 23, 2017

Biar Saja


Jangan risau
Walau seribu hunusan pisau
Tubuhku tak akan tumbang dan runtuh
Karena aku adalah manusia kuat
Hatiku sudah terbiasa tersayat
Sebanyak apapun luka tergores di sana
Aku tak akan lagi merasa

Jangan khawatir
Sebanyak apapun orang nyinyir
Aku tak akan lagi menangis
Karena aku adalah manusia tabah
Dicaci-maki sehabisnya pun aku biasa
Karena aku sendiri telah lupa
Bagaimana caranya membeda
Mana luka dan mana bahagia

Pojok Luka, 23 September 2017



Share/Bookmark

Sunday, August 13, 2017

Jaga Dirimu

Jika ini Agustus terakhir
Maafkan aku untuk semua kelukaan yang pernah aku toreh
Jika ini Agustus terakhir
Terimakasih untuk puluhan Agustus yang telah lalu
Jika ini Agustus terakhir
Semoga Agustusmu berikutnya lebih baik dan lebih indah dari ini

Jika ini Agustus terakhir bersamaku
Jaga dirimu baik-baik

Ruang Pengap, 13 Agustus 2017
Share/Bookmark

Wednesday, July 19, 2017

Mala Rindu


Semalam aku demam. Entah demam karena benar-benar sakit atau karena aku terlalu terbebani dengan ingatan-ingatan tentang kamu.
Semalam badanku menggigil terasa dingin. Entah karena benar-benar sakit atau jangan-jangan karena aku butuh hangat pelukmu.
Semalam kepalaku pusing, sakit dan terasa berat. Entah karena aku benar-benar sakit atau mungkin terlalu penat berfikir bagaimana caranya bisa bersama kamu.

Share/Bookmark

Monday, April 24, 2017

Ketika Engkau Pergi


Ada gerimis di sudut mataku
Hatiku berembun basah
Nafas tersenggal isak tangis
Adakah kau masih peduli?

Pelangi kini berubah warna
Tinggalah hitam putih dan abu-abu
Taman bunga tak lagi mewangi
Kuncup layu sebelum sempat berkembang

Aku termangu di tengah pembaringan
Menghempas mimpi yang kugantung di langit-langit kamar
Menggulung harapan helai demi helai
Kukemas rapi di laci lemari
Untuk kubuka di lain hari
Atau mungkin tidak sama sekali

Bandung, 18 April 2017

Share/Bookmark

Friday, February 10, 2017

MEMBUNUH RINDU



Bang, ajari aku memendam rasa
Karena apa yang tumbuh subur di dadaku kini tak mendapat restu dari semesta
Bang, ajari aku membunuh mimpi memilikimu
Karena memandangmu saja panah api bertubi-tubi menghujamiku
Bang, ajari aku melupakan senyum manismu
Agar aku tertidur lelap ketika bulan dan bintang mengantung indah di langit malam
Bang, ajari aku mengubur semua kenangan indah tentang kita
Agar aku tak lagi didera rindu yang kerap datang menyiksaku
Karena ku tahu, kau bukan untukku



Share/Bookmark

Rindu Untukmu



Untukmu yang jauh aku titipkan sejuta rindu
Kepada gerimis dan semburat senja yang pernah menyaksikan hangatnya canda tawa kita
Kepada setiap liku jalan yang kerap kita lalui bersama
Kepada lagu-lagu cinta yang sering kita nyanyikan berdua
Dan kepada kedai bakso tempat pertama kali kau nyatakan cinta

Bandung 2017

Share/Bookmark

Monday, January 16, 2017

Tentang Rindu



Merindukanmu adalah penyiksaan terindah yang aku rasakan.
Mencemburuimu adalah kekesalan tanpa bisa ku tahan, letupan-letupan emosi yang luar biasa besar.
Mencurigaimu adalah hal yang sesungguhnya tak harus ku lakukan, tapi betapa cinta ini tak bisa ku logikakan.
Aku mengagumimu melebihi kekagumanku terhadap kaum-kaum adam sebelumnya.
Aku memujimu melebihi sanjungan-sanjungan yang aku lontarkan kepada sesiapapun sebelumnya.
Ketertarikanku kepadamu begitu besar, seolah kau adalah magnet kutub utara dan hatiku kutub selatannya. Tarikanmu begitu kuat.
Keinginanku memilikimu melebihi rasa haus dan laparku.
Tak mengapa jika aku harus menahan haus dan lapar itu dalam waktu yang lama, daripada aku harus menahan dahaga kerinduan terhadapmu.
Senyummu adalah senyum termanis yang pernah aku lihat, kerling matamu adalah kerling mata terindah yang aku tahu.
Aku padamu, bagai malam merindukan pagi, bagai siang merindu senja, bagai senja menanti kehadiran malam.
Harus selalu bertemu...


Share/Bookmark

Ketika Hujan



Deru menggaduh rinai hujan menderas
Lebih gaduh deru rinduku padamu
Hawa mendingin merasuk ke pori kulit
Ragaku beku tanpa hangat sentuhmu

Jarak membentang benteng menghalang
Dua jiwa terpisah tak bisa bersua
Rindu memuncak, sesak, mengelora di dada
Semakin dalam, semakin menyejukan



Share/Bookmark