Search This Blog

Showing posts with label Kisah dan Cerita. Show all posts
Showing posts with label Kisah dan Cerita. Show all posts

Monday, November 6, 2017

Mak, Aku Hanya Sedang Belajar Untuk Lebih Baik



Mak, di luar memang hujan tidak begitu deras. Tapi hujan di dalam hatiku sudah sejak beberapa hari deras melulu. Hatiku basah melulu. Dan sudut mataku berembun melulu.
Mak, jika boleh aku mencari tahu mengapa dulu Emak tidak menyekolahkanku ke pesantren yang mempelajari agama dengan benar. Seperti mereka yang kini sudah tumbuh dewasa dengan pegetahuan agama mereka yang hebat. Dan tahukah Emak, andai sejak dulu aku salihah maka semua orang akan mengerti. Semua orang akan tahu mengapa aku begini. Tidak akan seperti hari ini, aku dianggap asing karena aku tiba-tiba memilih jalan Allah.

Share/Bookmark

Monday, August 7, 2017

Galih dan Ratna




“Semenjak mengetahui jika kamu masih mengingatku dan diam-diam masih tetap menyimpan namaku, rasa yang sudah lama aku kubur muncul kembali. Jujur saja sejak dulu aku tak pernah benar-benar membuang kenangan bersamamu. Ingatan tentangmu masih sangat terekam jelas. Dan benar saja jika perempuan adalah seorang ahli sejarah. Apa-apa yang pernah kita lewati dulu masih sangat aku ingat satu persatu. Inci demi inci jalanan yang pernah kita lewati pun masih sarat dengan kenangan. Jika aku melewati kembali jalan itu dadaku berdebar dengan degup jantung yang sama seperti dulu ketika kita jalan berdua menyusurinya.

Share/Bookmark

SAYANG, AKU PULANG



“Kadang aku berfikir
Dapatkah kita terus coba
Mengayuh perahu kita
Menyatukan ingin kita
Sedang selalu saja khilaf yang kecil mengusik
Bagai angin berhembus kencang goyahkan kaki kita”

Lagu Dengar Bisiku-nya The Rain mengalun menyayat hati. Seakan menjadi theme song babak cerita yang sedang aku alami saat ini.

Share/Bookmark

Monday, July 31, 2017

Gajah dan Banteng yang Serakah



Gajah dan Banteng yang Serakah
Oleh Fariha Syifa Ramadhani


Di hutan yang sangat lebat dengan pepohonan, hiduplah banyak binatang di dalamnya diantaranya Gajah, Banteng, Kambing, harimau, ular, singa, dan lain-lain. Mereka semua hidup dengan damai walaupun terkadang datang masalah, tetapi mereka selalu bisa menyelesaikannya dengan baik.

Share/Bookmark

Friday, July 28, 2017

SENJA DI BAWAH POHON FLAMBOYAN



            
Senja temaram menyelimuti. Cahayanya menjingga mendamaikan jiwa. Hari ini hari sabtu, hari yang begitu baik. Sepanjang hari cuaca begitu cerah. Akhir pekan yang sangat cocok untuk dipakai jalan-jalan.
Muda-mudi berpasangan, berboncengan dengan rona-rona kebahagiaan di wajah mereka. Terbaca sudah, begitu bahagianya mereka sore ini. Tampak beberapa pasangan menggunakan pakaian casual dengan warna senada satu sama lain. Membuat pereka semakin terlihat

Share/Bookmark

Thursday, July 27, 2017

Pacar Mbak Lina


“Siang Bang!” Aku menyapa bang Firman. Ia ternyum begitu manis.
“Baru pulang Din?” Bang Firman kembali bertanya. Aku mengangguk pelan. Binar matanya begitu terang, lesung pipinya menambah manis parasnya. Ah, sejenak hatiku terhenyak. Detak jantungku berdebar kencang, saat tak sengaja mata kami bertemu pandang.

Share/Bookmark

Monday, July 24, 2017

Kamu dan Sepotong Kenangan Bersama Hujan



Image result for hujan romantisKamu yang di sana mungkin sudah lupa. Tentang kejadian di suatu sore yang muram. Langit gelap pertanda akan turun hujan. Kau yang seharusnya mengingatkanku untuk segera pulang, malah terlihat begitu senang melihat awan yang semakin gelap. Apalagi ketika rintik air sudah mulai jatuh membasahi bumi, dedaunan, dan bahkan kacamataku. Aku begitu ingat, saat kau mentertawakanku, saat melihat kacamataku basah. Kau bilang seharusnya terpasang wiper seperti di kaca mobil. Ah, kau tega sekali kepadaku. Jaketmu yang berwarna hitam pun perlahan mulai basah terkena tetesan gerimis.

Share/Bookmark

Saturday, April 22, 2017

Putri Galing dan Pangeran Tampan




Hujan deras mengguyur perkampungan. Petir berkali-kali menampakkan kilatannya. Pohon-pohon tampak kerepotan meliuk-liuk berusaha bertahan untuk tetap berdiri kokoh melawan terpaan angin yang begitu kencang. Beberapa pohon besar ranting dan dahannya patah. Pohon yang terlalu tinggi menjulang, tumbang. Perkampungan menjadi sangat mengerikan. Air bercucuran sangatlah deras dari atap genting di setiap rumah. Rumah panggung, yang sepenuhnya terbuat dari kayu, dengan anyaman bambu sebagai dindingnya.

Share/Bookmark

Tuesday, April 18, 2017

Di Bawah Meja Pojok



Senin siang. Matahari begitu terik. Angga melangkahkan kakinya dengan cepat memasuki perpustakaan. Setelah terlebih dahulu mendapatkan sapaan ramah Yoga yang seperti biasa mengucapkan “Selamat membaca” kalimat yang terlalu sederhana. Tapi ada lagi yang tak lupa selalu Yoga katakana kepada setiap pengunjung yang datang adalah,  “Sebaiknya Anda tidak duduk di bangku pojok barat ruangan ya! Cari tempat nyaman yang lain, terimakasih.”

Share/Bookmark

Karenamu Aku Lebih Mengenal-Nya


“Malam ini bisikkanlah : ‘Ya Allah aku memohon ampunan kepadamu atas dosa dan masalaluku yang senantiasa menghantui perasaanku, menyadap energi dan fikiranku. Ya Allah aku ingin bahagia, aku ingin mendapatkan cinta dan kasih sayang-Mu. Ya Allah selamatkan aku’. Selamat menunaikan ibadah solat isya Rahma”
Rian. 

Share/Bookmark

Sunday, April 2, 2017

GLAMPING LAKESIDE


Pagi buta, kaki Maya melangkah tergesa-gesa. Membawa tubuh mungilnya yang semalam kurang sehat ke suatu tempat. Tampat di mana ia berjanji akan bertemu dengan seseorang yang katanya sangat menyayanginya sepenuh hati. Selama bertahun-tahun mereka bersama dalam sebuah kedekatan yang boleh dibilang terlalu dekat atau bahkan sebaliknya, kedekatan mereka itu tak berarti sama sekali.

Share/Bookmark

Sunday, March 26, 2017

TABRAK LARI


“Aaahh…” Yumna merintih kesakitan.
Kakinya luka dan berdarah di bagian betis. Namun ada yang lebih terasa sakit yaitu di bagian pergelangan kakinya.
“Sepertinya kakiku terkilir” Rintihnya lagi.
“Ayo ke pinggir dulu!” Ajak Kamal, sambil memapah tubuh temannya itu.
Yumna berjalan tertatih sambil menggigit bibirnya menahan tangis. Baru terasa, ketika dipakai berjalan kakinya terasa semakin sakit.

Share/Bookmark

Saturday, March 18, 2017

Tulus



“Katakan kepadaku kamu itu menganggap aku ini apa?”
Dengan nada datar Kean bertanya kepada Rena. Perempuan yang sejak tadi lebih banyak diam mengamati isi tulisan di layar laptopnya.
Minggu ini memang minggu yang padat dengan tugas-tugas. Rena harus presentasi beberapa mata pelajaran minggu ini.

Share/Bookmark

Sunday, January 29, 2017

26



“Selamat ulang tahun sayang… hari ini tanggal 30 Januari kamu genap berusia 26 tahun. Selamat memulai hitungan usia baru, semoga sisa jatah usia kamu lebih bermanfaat ya… Makasih atas semua yang terbaik yang telah kamu berikan untuk aku…”
Kalimat itu dituliskannya di wall facebook kekasihnya. Sambil tersenyum dengan semangat sisa, berharap kekasihnya membaca ucapan itu.

Share/Bookmark

Friday, January 27, 2017

Wak Tinah


Siapa yang tak mengenal wak Tinah. Di kampungku ia sudah begitu terkenal sama terkenalnya dengan kepala Desa. Bahkan jika kau bertanya di mana rumah pak Lurah Dusun Legok bisa jadi mereka akan lebih tahu jika kau bertanya di mana rumah wak Tinah.

Share/Bookmark

Saturday, December 31, 2016

Miko dan Cimi



Di sebuah dapur rumah megah milik orang kaya, hiduplah seekor tikus yang rakus. Sebut saja namanya Miko. Setiap hari Miko memakan makanan yang ada di rumah itu dengan lahap. Setiap hari perutnya pun selalu terasa kenyang.
Di bagian lain, di dapur tetangga rumah megah itu, hiduplah tikus kurus bernama Cimi. Ia kekurangan makanan karena pemilik rumah yang ia tinggali bukanlah orang berada. Anak-anak Cimi pun sama kurusnya karena makanan yang mereka dapatkan hanya sedikit. Itupun berupa sisa-sisa makanan yang hanya bisa dimakan sebagian kecil saja oleh para tikus.

Share/Bookmark

Monday, November 28, 2016

Seseorang

Kepada Seseorang:

Aku tak pernah setakut ini. Pun tak pernah merasa secemas ini. Membayangkan waktu yang begitu cepat berlalu pun aku tak sanggup. Rasanya kesedihan itu menyergap diam-diam sejak sekarang. Aku tahu suatu saat perpisahan itu akan datang pada akhirnya.
Aku tak mau waktuku segera habis denganmu. Aku ingin tetap bersama, aku ingin tetap bisa menikmati senyummu yang manis di setiap akhir pekan, menunggu dengan cemas datangnya saat-saat kita boleh bertemu.
Kamu yang tiba-tiba tanpa aku sadari sudah memenuhi ruang hatiku yang semula hampa, kamu yang tiba-tiba tanpa aku sadari telah menjadi bagian dari semangat dan alasanku untuk terus berjalan maju.
Aku harap kamu mengerti, sebagai apapun kita, dan sebagai apapun dirimu, kamu akan tetap menjadi sesuatu yang terbaik. Kalaupun nanti akhirnya kamu pergi, aku akan tetap di sini mengenang semuanya, dan menjadikanmu kenangan terindah dari semua yang terindah.
Sekarang, gemnggam tanganku, buat aku lupa jika suatu saat kita akan berjauhan. Buat aku lupa jika suatu saat aku harus menerima kenyataan bahwa kita akan berpisah. Buat aku bahagia di sisa waku yang ada...
_Pojok Kamar yang masih hangat_

(Note : Biar gak lupa, ini bahan buat bikin cerita. nanti di lanjut ya... yang punya blog kerja dulu. hehe)

Share/Bookmark

Sunday, November 27, 2016

Waktu Tak Pernah Menunggu



Langit Bandung kini begitu cerah. Warnanya biru, tanpa awan putih di sana. Baru jam 6 pagi, tapi sudah terasa begitu terik. Pandu bergegas, langkahnya dipercepat secepat mungkin. Agar tiba di kelas dengan segera.

Share/Bookmark

Sunday, November 6, 2016

Tentang Sebuah Tekad



Siang ini cuaca tidak begitu bersahabat. Langit tampak mendung menahan beban beratnya air yang siap ditumpahkan ke bumi. Angin berhembus perlahan, terasa dingin. Aku duduk di sebuah ruangan yang diberi nama Lab PAI. Ruangan berukuran kira-kira 5x5 meter persegi. Ruangan ini tak sebagus ruangan tempat belajar PAI di tempatku mengabdikan diri. Ini lebih nyaman, lebih lengkap dan benar-benar mendukung kegiatan pembelajaran siswa di sekolah ini. Betapa beruntungnya Ivan, kawanku bisa mengajar di sekolah ini.

Share/Bookmark

Saturday, October 1, 2016

MENUNGGU



Jumat pagi, Bandung terasa begitu dingin. Angin sepoi-sepoi yang merasuk ke kamarku melalui kaca jendela menambah dinginnya pagi ini. Aku duduk di sisian ranjang, kembali menghirup udara segar sambil berusaha menahan diri untuk tidak tergoda dengan kehangatan selimut sisa semalam. Belum kulipat, masih menggulung kusut di atas ranjang.

Share/Bookmark